Statistiche web Panduan Menanam, Menumbuhkan, dan Memanen Brokoli - RAKAI GALLERY
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Menanam, Menumbuhkan, dan Memanen Brokoli

Panduan Menanam, Menumbuhkan, dan Memanen Brokoli

Eh, udah pada tahu belum, brokoli tuh enggak cuma enak dimakan, tapi juga super duper bergizi! Di panduan ini, rakai gallery bakal bahas step-by-step gimana cara menanam, ngejaga, dan panen brokoli di kebun kamu. Si brokoli ini beneran kaya manfaat, bisa jadi "mahkota berlian nutrisi" lho buat kesehatan kamu.

Kenalan Dulu Sama Brokoli

Jadi, brokoli yang biasa kita lihat di pasar itu namanya "Brokoli Calabrese" (dari Calabria, Italia). Ini loh yang punya kepala hijau gede dan batang tebel.

Brokoli ini saudaraan dekat sama kembang kol, kubis, kubis Brussels, dan kubis kohlrabi. Nah, brokoli ini layak banget ditanamin, karena isinya yang beneran kaya nutrisi. Ada vitamin-vitamin, mineral-mineral, juga punya Vitamin A, kalium, asam folat, zat besi, dan serat.

Gue kasih tau aja ya, brokoli ini butuh waktu lama buat jadi dewasa, jadi sabar-sabar aja ya! Setelah kamu panen si kepala utama brokoli, seringkali tanaman ini masih bakal ngeluarin tunas-tunas kecil yang bisa kamu nikmati berbulan-bulan lamanya.

Mulai Tanam

Nah, biar si brokoli ini tumbuh dengan happy, dia perlu sinar matahari penuh banget, sekitar 6-8 jam sehari. Kalau kurang, bisa-bisa tanaman jadi tinggi-tinggi dan kurus deh.

Tanahnya juga jangan kering-kering banget, harus lembab tapi bisa drenase dengan baik. Sebelum kamu tanam, di awal musim semi, campur tanah sama kompos kaya humus atau tipis-tipis pupuk kandang. Nah, pH tanahnya enaknya agak asam, sekitar 6.0 sampai 7.0 gitu.

Waktu Tanam yang Pas

Brokoli suka cuaca dingin, jadi dia sebaiknya ditanam awal sampai pertengahan musim semi (tergantung iklimmu) buat panen di awal musim panas, atau pertengahan sampai akhir musim panas buat panen di musim gugur. Kalau panasnya kelewat, bisa-bisa kepala brokoli nggak bagus deh.

Benih brokoli bisa tumbuh di tanah dengan suhu sekitar 40°F (4°C), tapi kalau lebih hangat, bisa lebih cepat tumbuh gitu.

Buat yang mau tanam di musim semi, bisa mulai biji brokoli di dalam atau di luar beberapa minggu sebelum tanggal embun beku terakhir. Pokoknya:

Kalau mau biji di dalam, 6-8 minggu sebelum embun beku terakhir.

Kalau mau langsung di tanah, 2-3 minggu sebelum embun beku terakhir, atau begitu tanah udah bisa diolah di musim semi.

Buat yang mau di musim gugur (ini cocok buat iklim hangat), bisa tanam biji 85-100 hari sebelum embun beku pertama musim gugur, pas suhu tanah lagi tinggi.

Cara Tanam yang Asyik

Kalau kamu mau langsung di tanah, tabur aja biji brokoli setengah inci dan jarakin 3 inci.

Kalau tunasnya udah 2-3 inci, tipiskan biar jaraknya 12-20 inci.

Kalau dari biji di dalam, tanam aja bibit yang udah berumur 4-6 minggu dan punya 4-5 daun ke luar, dengan jarak 12-20 inci, dan di lubang yang lebih dalam dari wadah bibitnya.

Baris tanamnya biarin 3 kaki (sekitar 90 cm) deh. Kalau jaraknya lebih deket, kepala brokolinya bisa lebih kecil tapi tunasnya lebih banyak.

Siram tanaman dengan baik pas waktu tanam, ya!

Biarin Tumbuh

Nah, ini penting. Brokoli seneng banget sama suhu sekitar 65°-70°F (18°-21°C).

Kalau udah berumur 3 minggu setelah bibitnya dipindah tanam, beri pupuk yang kandungannya rendah nitrogen, misalnya pupuk 5-10-10.

Pas tanaman masih muda dan tingginya sekitar 2-3 inci, jangan lupa nipiskan biar ada jarak sekitar 12-20 inci antar tanaman.

Siram tanaman secara rutin, terutama pas lagi musim kemarau. Sedikitnya 1 sampai 1 1/2 inci air seminggu.

Kalau siram-siram, jangan kena kepala brokoli ya, soalnya malah bisa jadi tempat buat pembusukan.

Akar tanaman brokoli itu dangkal banget, jadi jangan ganggu-ganggu tanamannya ya. Biar gulma nggak tumbuh liar, taburin mulsa di sekitar tanaman.

Kalau mau tanaman aman dari hama, pake aja penutup baris.

Kalau mau dapet panen kedua setelah yang pertama, terus aja kasih pupuk dan air yang cukup.

Baca JugaBagaimana dan Kapan Mentransplantasi Bibit Tanaman

Pilih Varian yang Cocok

'Calabrese' punya kepala gede dan tunas samping yang subur, bagus banget buat panen di musim gugur.

'Flash' tumbuh cepat, tahan panas, dan punya banyak tunas samping yang bagus.

'Green Goliath' tahan panas dan punya tunas samping yang subur.

'Green Duke' tahan panas, varietas awal yang cocok buat tukang kebun di daerah tropis.

'Green Magic' tahan panas dan bisa dibekuin.

'Paragon' punya tunas ekstra panjang, bagus buat dibekukan.

Saatnya Panen

Panen brokoli sebaiknya di pagi hari, saat bunga di kepala masih kencang dan rapat.

Kalau kelopaknya udah mulai kuning, buruan dipanen, soalnya kualitasnya bakal turun dengan cepat.

Pas panen, potong kepala brokoli dan biarin batangnya sekitar 6 inci. Potongannya miring biar air nggak numpah dan membusukkan batangnya.

Kebanyakan varietas punya tunas samping yang bisa terus berkembang setelah kepala utama dipanen. Jadi, bisa panen terus dari satu tanaman selama berminggu-minggu, bahkan sampe ganti musim kalau di daerahmu nggak terlalu panas.

Simpan Brokol

Kalau mau simpan brokoli, masukin ke dalam lemari es, bisa tahan sampai 5 hari.

Kalau dicuci dulu, jangan lupa keringin dulu ya sebelum disimpan.

Kalau mau, brokoli juga bisa diblansir dan dibekuin sampai setahun.

Tips dari Gue

Sejarahnya, brokoli tuh dulu cuma dimakan batangnya aja.

Petani Romawi dulu panggil brokoli sebagai "lima jari hijau Jupiter".

Kalau udah jago tanam brokoli, coba deh tanamin kerabatnya juga, kayak kembang kol, kubis, kubis Brussels, rutabaga, kale, dan lobak! Cari tau lebih lanjut di Panduan Menanam kami.

Baca Juga : Cara dan Waktu yang Tepat untuk Menanam Bawang Putih di Iklim Tropis

Hama dan Penyakit

Ada beberapa hama dan penyakit yang suka gangguin brokoli, nih. Tapi tenang aja, gue kasih tau cara ngatasinnya juga.

Kutu daun: daun jadi keriting dan kuning, bunga terdistorsi, ada cairan lengket. Bisa diusir dengan semprot air atau sabun insektisida.

Kupu-kupu kubis: daun berlubang besar, kepala brokoli jadi parah. Coba disemprot sabun insektisida atau Bacillus thuringiensis.

Lalat akar kubis: tanaman layu dan kuning, larva makan akarnya. Pake perangkap warna kuning atau kerah plastik di sekitar batang bibit.

Ulat kubis: daun berlubang besar, ada telur kuning di bawah daun. Coba pake sabun insektisida atau tanamin tanaman pelindung.

Clubroot: tanaman layu dan akar bengkak. Solarisasi tanah, jaga pH tanah, dan rotasi tanaman bisa bantu.

Mildew Terbawah: daun jadi bercak kuning dan coklat, ada jamur putih di bawah daun. Buang sisa tanaman, pilih varietas yang tahan, dan pastiin sirkulasi udara bagus.

Kurang Nitrogen: daun jadi kuning dari bawah ke atas. Beri pupuk nitrogen atau tepung darah.

Kutu belalang: daun ada bercak kuning dan putih, biji jadi kering. Hancurkan telur dan semprot dengan sabun insektisida.

Karat putih: ada bercak putih di bawah daun, ada bercak kuning di atas daun. Hancurkan tanaman dan rotasi tanaman.

Akhir Kata

Nah, gimana, udah siap menanam brokoli? Jangan khawatir, meskipun butuh usaha, hasilnya pasti bikin bangga! Brokoli yang sehat dan enak bisa jadi reward yang nggak ternilai.

Posting Komentar untuk "Panduan Menanam, Menumbuhkan, dan Memanen Brokoli"